Studi Terbaru Membuktikan Bahwa Rokok Elektrik Lebih Tidak Menyebabkan Kecanduan

Para peneliti di Penn State College of Medicine ingin mengetahui apakah rokok elektrik vaporizer menyebabkan kecanduan, dan mereka terkejut dengan hasilnya. Ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa rokok elektrik lebih tidak menyebabkan kecanduan dibandingkan rokok tembakau ketika penelitian dilakukan pada sebuah grup besar orang-orang mantan perokok. Jonathan Foulds, Profesor Ilmu Kesehatan Publik dan Kejiwaan, mengatakan bahwa orang-orang lebih tidak bergantung pada rokok elektrik dibandingkan rokok tembakau.

Penelitian berdasarkan dari sebuah survei yang diberikan pada 3,500 pengguna rokok elektrik yang sebelumnya adalah pengguna rokok tembakau. Peneliti menemukan bahwa level kecanduan bervariasi tergantung dari kadar nikotin yang digunakan dan tergantung dari rokok elektrik yang digunakan, rokok elektrik generasi kedua mengantarkan nikotin lebih efisien dibandingkan rokok elektrik generasi pertama (yang berbentuk seperti rokok tembakau – Red). Bahkan pada pengguna rokok elektrik yang kelihatannya sangat bergantung pada rokok elektriknya, level kecanduan mereka lebih rendah dibandingkan pada saat mereka menggunakan rokok tembakau. “Orang-orang dengan berbagai macam karakteristik ketergantungan pada rokok elektrik mempunyai nilai kadar ketergantungan yang lebih rendah pada rokok elektrik dibandingkan nilai kadar ketergantungan pada rokok tembakau”, kata Foulds. “Kami berpikir ini adalah karena mereka mendapatkan nikotin yang lebih sedikit dari rokok elektrik dibandingkan yang mereka dapatkan pada rokok tembakau”.

Bahkan dengan ketiadaan data tentang efek jangka panjang rokok elektrik, Foulds mengatakan dia yakin terhadap keberlangsungan industri rokok elektrik dapat membantu banyak pecandu rokok tembakau. “Rokok elektrik mempunya potensi untuk membantu orang berhenti merokok, meskipun mungkin juga dapat menimbukan kerugian”. Pada penggunaan ganda rokok elektrik dan rokok tembakau, hal tersebut mungkin tidak mengurangi resiko kesehatan. Intinya adalah orang harus beralih sepenuhnya menggunakan rokok elektrik dan menghindari penggunaan ganda bersamaan dengan rokok tembakau.

Foulds berkata banyak kegunaan positif dari penggunaan rokok elektrik, baik untuk alat pembantu berhenti merokok maupun dari sisi kesehatan. “Kami tidak memiliki data efek jangka panjang rokok elektrik, namun begitu semua analisa awal yang berdasarkan akal sehat mengatakan bahwa rokok elektrik lebih tidak beracun. Dan penelitian kami membuktikan bahwa rokok elektrik lebih tidak menyebabkan kecanduan. Dengan kedua penilaian tersebut rokok elektrik kelihatannya dapat memberikan keuntungan positif ketika kamu kuatir pada kesehatan kamu akibat rokok tembakau” katanya.

Dalam kesimpulan penelitiannya, para peneliti mengemukakan bahwa kebutuhan utama industri rokok elektrik saat ini adalah untuk dapat lebih mengerti device rokok elektrik yang manakah yang dapat mengantarkan nikotin lebih efektif. “Kita mungkin membutuhkan rokok elektrik yang dapat mengantarkan nikotin lebih efektif karena itulah yang dapat membantu para perokok untuk berhenti”, demikian pernyataan Foulds.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan sebuah ide bagaimana rokok elektrik dapat membantu  dunia menjadi lebih baik untuk semua. Apakah kamu juga merasakan bahwa kamu menjadi lebih tidak bergantung pada nikotin setelah kamu beralih menggunakan rokok elektrik?

Sumber:  http://www.churnmag.com/news/new-study-finds-ecigs-less-addictive-tobacco-cigs