Stop Smoking

Efek Withdrawal
Apakah anda termasuk kategory “chain vaper” waktu pertama kali memutuskan mencoba e-cig/vaping ?
Apakah anda tidak menemukan kepuasan seperti merokok saat beralih ke e-cig/vaping ?
Apakah anda justru malah merindukan untuk kembali merokok ketika mencoba e-cig/vaping ?

Jika jawabannya IYA berarti anda sedang mengalami efek “withdrawal”, sebuah efek umum yang dialami perokok konvensional yang tubuhnya sudah terbiasa dengan nicotine.

Throat Hit
Perokok konvensional begitu menikmati sensasi hantaman di tenggorokan saat menghisap rokok, ada rasa “deg” atau “nyengrak” yang nikmat yang bakalan agan rasakan di belakang tenggorokan.. Nah, ini yang umumnya disebut dengan “throat hit”
Throat hit ini tidak akan anda dapatkan kalau e-liquid yang anda pakai kadar nikotinenya sangat sedikit atau bahkan tanpa kadar nikotin sama sekali.

Nicotine memberikan efek iritasi kepada tenggorokan. Iritasi itu memberikan rasa throat hit. Tambah tinggi kadar Nicotinenya, tambah besar juga rasa “deg” di tenggorokan. Selain memberikan rasa throat hit, nicotine juga akan efek ke saraf dan otak seperti kepuasan kalo sedang merokok. Kalo terlalu tinggi akan memberikan efek mual/pusing.

Partial withdrawal technique
Terus apakah anda akan terjebak dan terus merokok karena persoalan kerinduan sensasi throat hit tadi ? Apa gunanya jika kita ingin berhenti merokok dan beralih ke e-cig/vaping tetapi tetap saja kangen dengan sensasi merokok konvensional?

Ini rahasianya, :

Ane sendiri perokok lumayan berat gan, ada lah 2 – 3 bungkus rokok per hari, dan sama seperti agan2 semua, ane juga sering punya niatan berhenti merokok.  Pertama kali ane beralih ke e cig, rasanya agak aneh, ngepul terus tanpa berhenti. Masih pula merokok konventional. Buset dah… niatan mau berhenti merokok dengan beralih ke e cig, malah bertambah banyak ngepulnya. Nge vape + rokok… busettttttt… parah kan…?

Setelah sharing dan cerita2 sama teman dan juga menurut sesepuh2 e-cig/vaping ternyata baru ketahuan bahwa ane butuh yang disebut dengan “nicotine intake”… apalagi e-liquid yang ane pake waktu itu punya kadar nicotine 0 %.. Nah, sadar dengan kebutuhan nicotine intake, ane beralih ke e liquid yg mengandung nicotine. bertahap ane beneran bisa lepas dari ketergantungan rokok

Bulan ke 1 ane pake 18mg (rokok konventional turun drastis hanya 5-10 batang)
Bulan ke 2 turun jadi 12mg (rokok konventional turun lagi… kurang dari 3 batang)
Bulan ke 3 turun lagi jadi 8mg (100% lepas dari rokok)
Bulan ke 4 turun lagi jadi 6mg
sekarang ini ane udah beneran lepas dari nicotine dan rokok.

Sumber: (Indovapor.com)